KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR BERBASIS TIK GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM BIDANG STUDI IPA

KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR BERBASIS TIK GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM BIDANG STUDI IPA

Abstrak

Saat ini sedang dikembangkan paradigma baru kurikulum pendidikan dasar dan menengah dimana kini guru diharapkan hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar, dengan pembelajaran yang lebih realistik dan aplikatif khususnya bidang pelajaran IPA, oleh karena itu perlu dikembangkan materi Keterampilan Dasar Pembelajaran IPA yang berbasis TIK yang aplikatif dan realistik. Untuk mendorong kesiapan SDM di era global melalui pendidikan di sekolah, pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran perlu dilakukan untuk :

1)      mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa

2)      mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri dan

3)      untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran.

Dalam prakteknya, belum semua guru memahami apa yang dimaksud dengan mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran, sehingga perlu suatu Ketrampilan Dasar Mengajar Berbasis TIK yang harus dikuasai oleh seorang guru/pendidik. Makalah ini memaparkan tentang ketrampilan dasar mengajar berbasis TIK khususnya IPA, guna meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci : Ketrampilan, TIK, IPA KATA PENGANTAR

Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa kami panjatkan karena berkat dan petunjuknya kami dapat menyusun Makalah dengan judul “KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR BERBASIS TIK GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM BIDANG STUDI IPA” Makalah ini merupakan bahan kajian mengenai suatu sistem untuk menghasilkan informasi berkenaan dengan tersebut dapat digunakan dalam rangka Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan pada setiap sekolah.. Dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dewasa ini di perlukan beberapa metode dalam pembelajaran Bidang studi IPA yang tidak terlepas dengan penguasaan atau media yang menggunakan Teknologi dan Informatika. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah, semoga dapat meningkatkan hasil proses belajar mengajar yang maksimal dan upaya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui Sekolah Menengah Atas akan benar-benar mencapai sasaran. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih ada kekurangan dan kelemahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

Hormat kami

Penyusun

DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………….   i

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………        ii

Bab I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….        1

A. Latar Belakang…………………………………………………………………………………..        1

B. Tujuan……………………………………………………………………………………………….       1

C. Ruang Lingkup ………………………………………………………………………………….        1

Bab II KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR BIDANG STUDI IPA…..                 2

A. Hakekat Pengajaran Sains dengan menggunakan TIK…………………………….                  2

B. Keterampilan Mengajar Demonstrasi ……………………………………………………                  4

C. Keterampilan Mengajar Eksperimen Dengan Menggunakan TIK …………….   11

Bab III Penutup …………………………………………………………………………………….   16

Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………   17

Bab I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat ini sedang dikembangkan paradigma baru kurikulum pendidikan dasar dan menengah dimana kini guru diharapkan hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar, dengan pembelajaran yang lebih realistik dan aplikatif khususnya bidang pelajaran IPA, oleh karena itu perlu dikermbangkan materi Keterampilan Dasar Pembelajaran IPA yang berbasis TIK yang aplikatif dan realistik, untuk lebih memudahkan tercapainya keberhasilan proses pembelajaran IPA dengan paradigma baru tersebut.

B. Tujuan

Tujuan penulisan makalah Pembelajaran IPA ini untuk menghasilkan suatu bahan ajar kepada siswa yang mengikuti teknologi komputer seiring dengan perkembangan jaman.

C. Ruang Lingkup

Keterampilan dasar IPA ini oleh penulis ini di terapkan pada Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) yang merupakan basis dari praktek pendidikan yang menuntut skill dan keterampilan pada praktek IPA yang digabung dengan pemakaian teknologi Komputer.


 

BAB II

PEMBAHASAN

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR BIDANG STUDI IPA

Keterampilan Dasar Mengajar I, Keterampilan Dasar Mengajar II, Keterampilan Dasar Mengajar III merupakan keterampilan dasar mengajar yang perlu dimiliki oleh guru dari semua bidang studi. Jika dipertimbangkan bahwa bidang-bidang studi yang bermacam-macam mempunyai ciri-ciri pengajaran yang khas, keterampilan mengajar untuk bidang-bidang studi khusus perlu dikembangkan. Perkembangan dunia pendidikan menggunakan program Komputer saat ini menyebabkan kekhasan ciri pengajaran dari masing-masing studi makin tampak, dan perbedaannya dengan pengajaran bidang studi lain makin nyata.

  1. A. Hakekat Pengajaran Sains dengan menggunakan TIK

Pemahaman orang terhadap hakekat sains, hakekat belajar dan pembelajaran dengan mengunakan TIK yang semakin luas membawa banyak perubahan dalam dunia pembelajaran sains. Pemahaman terhadap sains dengan mengunakan TIK telah berkembang dari pemahaman bahwa sains sebagai produk produk sains (a body of knowledge) menjadi sains sebagai cara berpikir dan bertindak (Science as a way of thinking and acting), sains sebagai keterampilan proses sains (Science is process science skills), sains sebagai proses penyelidikan ilmiah (Science as a way of investigating). Perubahan pemahaman terhadap hakekat sains tersebut, secara konseptual, pandangan orang terhadap pendidikan sains semakin mengarah pada makna yang hakiki dari belajar dan pembelajaran sains. Makna hakiki dari belajar dan pembelajaran sains adalah pendidikan sains lebih diartikan sebagai pembentukan kompetensi anak didik melalui peningkatan motivasi dan aktivitas diri siswa (competence – based learning) daripada pembekalan pengetahuan melalui transfer pengetahuan dari guru ke siswa (knowledge-based learning). Sebagai contoh, digunakannya pendekatan keterampilan proses sains dalam kurikulum 1984 dan 1994 di SD, SLTP dan SLTA di Indonesia menandakan bahwa pendidikan di sekolah-sekolah tersebut menekankan terbentuknya keterampilan proses sains pada diri siswa daripada pemberian bekal pengetahuan keilmuan melalui konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Lebih dari itu, jika pada akhir-akhir ini para ahli pendidikan sains mengembangkan pendekatan-pendekatan baru (misalnya pendekatan konstruktivisme dan pendekatan STS) maka mereka menganjurkan agar dalam pendidikan sains para siswa lebih banyak diberi kesempatan belajar dalam lingkungan yang memberdayakannya untuk membangun sendiri konsep-konsep sains selaras dengan taraf perkembangan dan kebutuhannya, sesuai dengan latar belakang kondisi masyarakat dan lingkungan hidupnya.

Perkembangan tersebut perlu diikuti dengan pembentukan atau peningkatan keterampilan mengajar guru dalam menerapkan metode-metode pembelajaran tersebut di atas. Keterampilan dasar mengajar untuk pembelajaran dengan metode-metode khusus bidang studi sains (ilmu pengetahuan alam) akan meningkatkan intensitas pembelajaran komputer , mungkin bukan hanya  kompetensi dibidang sains, melainkan juga kompetensi di berbagai aspek kehidupan manusia.

  1. B. Keterampilan Mengajar Demonstrasi

1. Prinsip-prinsip Mengajar dengan Demonstrasi yang menggunakan TIK

Demonstrasi merupakan suatu metode mengajar yang sering digunakan dalam pembelajaran sains. Demonstrasi dengan menggunakan Komputer untuk memperagakan:

  1. Cara menggunakan alat, misalnya: cara menggunakan stetoskop.
  2. Prinsip dan prosedur kerja suatu alat, misalnya: prinsip kerja mesin pengolah tebu menjadi gula
  3. Prosedur pelaksanaan percobaan/eksperimen, misalnya: prosedur percobaan untuk menguji adanya karbohidrat dalam tepung.
  4. Fenomena alam dalam rangka pemahaman suatu konsep atau prinsip sains, misalnya: fenomena tentang nyala dua bola lampu listrik yang dipasang secara seri atau parallel
  5. Merangsang siswa untuk menemukan masalah dan membimbing siswa untuk memecahkan masalah

Dalam pembelajaran sains yang menggunakan TIK , demonstrasi dapat memberikan fasilitas kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan proses sains, dan melakukan inkuari ilmiah, antara lain:

  1. Meningkatkan keterampilan mengamati, dan rasa ingin tahu
  2. Memberi inspirasi untuk meningkatkan keterampilan memprediksi, inferensi, dan komunikasi
  3. Meningkatkan kejelian terhadap adanya masalah
  4. Memberi arah untuk menemukan atau menyusun hipotesis
  5. Memberi inspirasi untuk merancang investigasi.

Demonstrasi dengan mengunakan komputer meliputi kegiatan memamerkan dan menjelaskan (pada pihak guru), mengamati dan mereplikasi (pada pihak siswa). Demonstrasi menjadikan bahan ajar lebih konkret dan lebih nyata bagi siswa, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyaksikan atau mengalami kejadian atau keterampilan nyata sambil memperhatikan penjelasan.

Demonstrasi dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang berdiri sendiri dalam suatu proses belajar mengajar, atau dapat digunakan bersama-sama dengan metode lain dalam suatu kombinasi multimetode. Penerapan demonstrasi sebagai metode yang berdiri sendiri dalam suatu proses belajar mengajar dapat dijalankan dengan mengikuti prosedur yang diusulkan oleh Joice and Well dalam Louisell (1992). Ia membagi prosedur demonstrasi menjadi lima tahap.

  1. Pembukaan.
  2. Menyajikan pengetahuan prasyarat atau rasional.
  3. Menampilkan model penampilan dengan benar. Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan demonstrasi, dan pada tahap ini guru dituntut untuk melakukan tiga hal :
    1. Mempelajari dan menguasai konsep dan keterampilan yang akan didemonstrasikan
    2. Memecah-mecah konsep atau keterampilan menjadi komponen-komponen lebih kecil dan mengaturnya dalam urutan belajar yang sesuai
    3. Menjalankan langkah-langkah demonstrasi tahap demi tahap (untuk ini perlu dibuat persiapan tertulis).
  4. Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih dalam kondisi terkontrol.
  5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mentransfer pengetahuan dan pengalamannya ke situasi yang kompleks.

Jika dipadukan dengan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti dan penutup, tahap-tahap demonstrasi itu dapat diuraikan sebagai berikut.

Tahap-Tahap Demonstrasi dengan menggunakan TIK (Joice and Well, dalam

Louisell, 1992).

Tabel 5.1.

Tahap

pembelajaran

Tahap Demonstrasi Keterangan
Awal Pembukaan. Membangkitkan  Motivasi

kepada siswa.

Menyajikan pengetahuan prasyarat atau rasional. Lewat media pembelajaran Komputer Menggali pengetahuan awal siswa, bisa kemampuan prasyarat atau pengetahuan awal tentang konsep yang dipelajari.
Inti Pelaksanaan demonstrasi. Penyajian, penjelasan konsep.
Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih dalam kondisi terkontrol. Kegiatan latihan siswa untuk merefleksikan materi yang telah didemonstrasikan: mencatat data yang ada di

Komputer, menganalisis data, dan penarikan kesimpulan. Bila diperlukan siswa diberi kesempatan

untuk mengulang demonstrasi.

Penutup Memberi kesempatan kepada siswa untuk mentransfer pengetahuan yang di dapat dari Komputer dan pengalamannya ke situasi yang kompleks. Kegiatan pemantapan: tugas rumah, proyek, dll.

Jika demonstrasi digunakan dalam proses pembelajaran yang menggunakan Program komputer sebagai kombinasi metode di antara metode yang lain, pelaksanaan demonstrasi dapat ditempatkan pada awal, inti atau penutup pelajaran. Jika ditempatkan pada awal pelajaran, demonstrasi dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi belajar, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi fenomena dan masalah, serta menggali pengetahuan awal siswa tentang konsep yang sedang dipelajari. Pada inti pelajaran demonstrasi bermanfaat untuk menunjukkan fakta, atau menjelaskan konsep atau prinsip. Pada akhir pelajaran demonstrasi dapat digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, penilaian ini merupakan penilaian terhadap pengalaman langsung siswa, dan cocok untuk menilai kemampuan keterampilan proses sains. Dalam pelaksanaannya, selama atau sesudah demonstrasi siswa diberi pertanyaan tentang hal-hal yang tampak atau mungkin tampak.

2. Keterampilan Khusus Berdemonstrasi

Secara umum demonstrasi dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan keefektifan tercapainya tujuan pengajaran. Demonstrasi dapat dilaksanakan sebagai satu metode dalam satu proses pembelajaran menggunakan Komputer , atau sebagai salah satu metode dalam suatu proses pembelajaran. Demonstrasi dapat disajikan di awal pelajaran, dengan tujuan untuk menyajikan fenomena, menggali pengetahuan awal siswa, dan memotivasi belajar siswa. Maka dari itu, guru perlu menguasai kecakapan dan keterampilan berdemonstrasi.

a. Prademonstrasi

1) Memahami tujuan demonstrasi.

Dalam pembelajaran konstruktivisme, tujuan khusus   demonstrasi ada tiga macam:

1)      Demonstrasi pada awal pelajaran bertujuan untuk menampilkan fenomena yang menimbulkan konflik kognitif

2)      Demonstrasi pada pengajaran inti bertujuan untuk menyajikan fakta atau data, untuk memecahkan masalah

3)      Demonstrasi pada akhir pelajaran untuk memberi gambaran mengenai aplikasi konsep.

2) Mengenali fakta atau informasi esensial dari konsep yang akan didemonstrasikan.

Fakta atau informasi esensial inilah yang perlu dijadikan fokus amatan oleh siswa ketika demonstrasikan.

3) Merancang bahan atau kegiatan untuk demonstrasi.

Yang dimaksud disini adalah menerjemahkan informasi verbal pada konsep materi pelajaran menjadi informasi yang dapat divisualisasikan dalam demonstrasi.

4) Merancang prosedur pelaksanaan demonstrasi. Lihat Tabel 5.1.

Disamping prosedur sebagaimana dikemukakan pada Tabel 5.1, hal yang perlu dirancang adalah urut-urutan penyajian demonstrasi jika informasi yang akan ditampilkan merupakan beberapa seri informasi. Urutan seri informasi perlu dirancang.

b. Pelaksanaan Demonstrasi

1) Menjalankan demonstrasi dengan lancar dan benar, agar informasi yang dimunculkan benar sesuai dengan yang direncanakan.

2) Menampilkan fenomena secara atraktif, khususnya fenomena-fenomena yang diharapkan dapat menimbulkan konflik kognitif pada siswa. Lewat program komputer Demonstrator dapat melakukan trik-trik untuk mengkonflikkan pikiran siswa dengan fenoman yang teramati.

3) Penampilan demonstrasi dapat diulang, untuk memperbanyak sampel pengamatan.

4) Mengatur posisi peralatan, sampai demonstrasi dapat diamati dengan jelas oleh semua anggota kelas.

c. Pasca Demonstrasi

1) Kesenyapan. Setelah demonstrasi berakhir, guru diam beberapa saat untuk menunggu respons dari siswa, mungkin (sampai) ada siswa yang mengajukan masalah dari fenomena yang diamati. Jika respons tidak muncul, masalah dapat diajukan sendiri oleh guru.

2) Berdiskusi atau melakukan demonstrasi lanjutan, untuk mengajak siswa mengajak siswa menemukan jawaban atas masalah yang dikemukakan.

C. Keterampilan Mengajar Eksperimen Dengan Menggunakan TIK

1. Prinsip-Prinsip Pengajaran Eksperimen

Eksperimen merupakan bagian sangat penting dalam pembelajaran sains, kerena hal eksperimen itulah yang membedakan sains yang mengunakan Komputer dengan mata pelajaran lain. Metode eksperimen dapat digunakan untuk melatih siswa dalam melakukan studi alamiah yang menggunakan langkah-langkah metode alamiah, yang meliputi: observasi, penemuan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Karena dalam pelaksanaan eksperimen itu banyak keterampilan proses yang perlu digunakan, maka metode ini merupakan strategi yang penting untuk membelajarkan keterampilan proses kepada siswa, terutama keterampilan proses terintegrasi.

Metode eksperimen sangat khas untuk membelajarkan prinsip atau generalisasi hubungan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Sehubungan dengan penjelasan ini, metode eksperimen dapat dibagi menjadi eksperimen sederhana dan eksperimen terkontrol. Dengan adanya pembagian ini, guru tidak perlu khawatir bahwa pelaksanaan eksperimen di kelas sains yang menggunakan TIK akan memakan waktu banyak, pelaksanaannya rumit dan adanya kesulitan yang lain.

a. Eksperimen sederhana

Banyak masalah IPA yang dapat dipecahkan dengan eksperimen sederhana, sehingga tidak memerlukan tahap-tahap kerja yang terpisah untuk menyelesaikannya. Langkah dari eksperimen sederhana itu adalah:

1)      Pengajuan masalah,

2)      Pelaksanaan percobaan untuk pengamatan, dan

3)      Pengambilan kesimpulan.

Dalam eksperimen sederhana ini tidak perlu dilakukan pengontrolan terhadap variabel-variabel bebas yang tidak dipelajari, karena pengaruhnya terhadap variabel terikat dapat diabaikan atau memang tidak ada variabel lain yang berpengaruh kecuali variabel yang sedang dipelajari.

b. Eksperimen terkontrol

Hubungan antara suatu variabel bebas dan variabel terikat dalam fenomena-fenomena alam banyak yang tidak dapat diamati karena adanya variabel lain yang berpengaruh terhadapa variabel terikat yang diamati. Dalam pelaksanaan metode eksperimen terkontrol, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan adalah:

1)      Pengajuan masalah

2)      Pengajuan hipotesis

3)      Pengontrolan variabel (membuat perlakuan variabel bebas dan mengendalikan varibel terkontrol)

4)      Pelaksanaan eksperimen

5)      Pengolahan data, dan

6)      Pengambilan kesimpulan.

Dalam metode eksperimen terkontrol, kesimpulan yang dibuat bersifat tertutup, artinya kesimpulan itu merupakan jawaban yang pasti (tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, atau tidak mengundang munculnya masalah baru).


Bab III

PENUTUP

Makalah dengan judul Materi “KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR BERBASIS TIK GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM BIDANG STUDI IPA” akan lebih mudah dimengerti dan lebih berguna sebagai bekal bagi siswa khususnya siswa SLTA, apabila pembelajarannya lebih diorientasikan pada Realitas dan Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu pembelajarannya juga diarahkan dengan tahapan-tahapan yang sistematis. Oleh karena itu, pembelajaran yang ada di dalam modul ini masih perlu dikembangkan lagi khususnya dari segi orientasi tersebut, agar dapat meningkatkan kemampuan Belajar IPA bagi siswa SLTA.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Wahab, Abdul Azis. 2007.METODE dan MODEL-MODEL MENGAJAR . Bandung : Alfabeta.
  2. Yamit, Zulian. 1991. Linear Programming. Jakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia
    1. Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem : Bumi Aksara.
    2. Agus Sampurno (2008).Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran. From http://gurukreatif.wordspress.com/,18 Januari 2010
    3. Anggi Dwi Anggraini (2009). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Media Pembelajaran. From http://angg1e.ngeblogs.com/, 19 Januari 2010
    4. Mohamad Surya (2009). Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran. From http://konselingcenter.co.cc/, 19 Januari 2010
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s